Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo berdalih peredaran buku tersebut menjadi tanggung jawab tim pusat perbukuan nasional. Sementara pihak penerbit membantah buku terbitannya berbau pornografi. "Harus dibaca secara menyeluruh," kata pihak penerbit, Herry Sulistianto kepada SCTV, Kamis (7/6).
Setidaknya ada tiga buku dengan isi berbau porno yang beredar yaitu "Tambelo-Kembalinya si Burung Camar", "Tidak Hilang Sebuah Nama", serta "Ada Duka di Wibeng". Pada buku berjudul "Tak Hilang Sebuah Nama" misalnya, isinya jelas-jelas menyinggung hubungan intim yang "aman" dari kemungkinan hamil.
Sebelumnya beredarnya buku SD berbau kekerasan dan perselingkuhan di Jakarta. Buku-buku itu langsung ditarik dari peredaran namun tidak ada sanksi bagi yang membuat dan memprakarasi proyek buku-buku. Pengawasan tampaknya harus lebih ditingkatkan lagi dan orangtua sebagai benteng terakhir pendidikan anak harus lebih aktif lagi.
GET UPDATE VIA EMAIL
Dapatkan kiriman artikel yang terbaru
Dari Kami langsung ke email anda!
Dari Kami langsung ke email anda!








0 komentar:
Posting Komentar